Categories
Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bisa Diterapkan di 7.000 Desa

Sinergi Masyarakat dan Badan Usaha di bidang pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang telah beroperasi sejak 2017 dinilai sukses dan berkesinambungan. Hal ini bisa dijadikan sebagai model percontohan pembangunan infrastruktur pedesaan berupa PLTS-PLTS desa di seluruh Indonesia.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Agung Laksono, mengatakan, itu menjadi model percontohan PLTS desa yang tepat, yang bisa dibangun di 7.000 desa di seluruh Indonesia. Dia juga meminta energi yang dihasilkan PLTS Karampuang tidak hanya dimanfaatkan untuk listrik rumah tangga, tetapi juga untuk kegiatan produktif. Selain menjadi sumber energi listrik untuk rumah tangga, PLTS juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kegiatan industri pedesaan.

“Kalau bisa dibsini juga dibuat kompleks rumah makan sehingga menjadi pusat kuliner. Karena selain panorama Pulau Karampuang indah, dunia bawah laut sekeliling pulau ini juga bagus buat menyelam,” ujar Agung Laksono, Selasa (17/3/2020).

Senada, COO PT SEI Tbk, Kurniadi Widyanta, mengatakan, selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan wisata dan industri setempat. Melihat realitas pengelolaan PLTS yang sudah beroperasi berkesinambungan di Pulau Karampuang, PLTS Karampuang dapat dijadikan percontohan bagi daerah-daerah lain.

“Selain mendukung proyek energi terbarukan, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut,” ujar Kurniadi Widyanta.

Lebih lanjut Kurniadi Widyanta mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pendampingan teknis sampai 20 tahun ke depan. Menurut dia, inovasi PLTS Desa Karampuang ini dapat diterapkan pada program pemerintah yang saat ini sedang digalakkan yakni pembangunan infrastruktur pedesaan bagi desa-desa di seluruh Indonesia yang berstatus Desa Sejahtera dan Desa Mandiri. Panel surya yang digunakan di PLTS Karampuang ini juga bisa digunakan untuk program pembangunan panel surya untuk Puskesmas dan sarana umum yang kini sedang digalakkan pemerintah.

“Sky Energy dapat menjadi solusi penyedia tenaga listrik surya di Indonesia. Teknologi ini sangat cocok dibangun di banyak lokasi dan pulau-pulau tropis di seluruh Indonesia yang sepanjang tahun melimpah sinar matahari,” ujar Kurniadi Widyanta.

Saat ini, dari lebih 17 ribu pulau yang dimiliki Indonesia dan dari 2.200 pulau yang sudah berpenghuni, baru sekira 1.800 pulau yang sudah dialiri listrik. Sementara, 400 pulau sisanya belum dialiri listrik karena jauh dari infrakstruktur utama dan juga penduduknya sedikit. Model pembangunan dan pengelolaan ala PLTS Karampuang inilah yang dinilai cocok untuk dibangun di pulau-pulau kecil tersebut.

Dalam pengoperasiannya, PLTS Karampuang dikelola oleh PT Karampuang Multi Daya (KMD), sebuah badan usaha listrik desa yang dimiliki oleh masyarakat setempat melalui Koperasi Cahaya Karampuang, dan badan usaha. PLTS Karampuang mempunyai kapasitas optimal 598 kWp (kilo Watt peak). Telah dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik 800 rumah tangga dari 11 dusun di Pulau Karampuang yang memiliki luas 6 kilometer persegi.

Menggunakan teknologi panel surya (solar cell) sebagai sumber energi, PLTS Karampuang tentu sangat arif lingkungan karena proses produksinya tidak menghasilkan imbas limbah dan sampah. Ada 4 instalasi yang dibangun di Pulau Karampuang, yakni PLTS I dibangun di Dusun Karampuang I, PLTS 2 di Dusun Karaeng, PLTS 3 di Dusun Ujung Bulo, dan PLTS 4 di Dusun Karampuang II.

PLTS Karampuang merupakan bagian dari hibah proyek kemakmuran hijau Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia. PLTS ini salah satu program yang tercakup dalam perjanjian Compact, sebuah perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung pembangunan rendah karbon di pedesaan, pulau, dan daerah terpencil melalui proyek energi terbarukan (renewable energy).

Selain membangun PLTS Karampuang ini, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) tercatat juga telah membangun satu proyek percontohan pertama di Indonesia, PLTS Terapung Bifacial, di atas danau Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (UI). PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) adalah salah satu perusahaan andalan di dalam kelompok bisnis Trinitan Grup. Fokus bisnis dari Trinitan Group meliputi pembangunan sektor ekonomi energi terbarukan (renewable energy) dan ekonomi hijau (eco-green). Seperti produksi solar module, solar cell, property, LED lighting, dan pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan.

Sumber : Warta Ekonomi

Categories
Artikel

Jalan Tembus Desa Tlogosari dan Alastengah Terobos Bukit Penghalang

Meskipun masih dalam tahap pengerukkan, pemadatan dan perataan, jalan tembus desa Tlogosari dan Alastengah sudah dapat dinikmati masyarakat, hal ini terlihat ketika warga mencari rumput untuk pakan ternak senin (16/03/2020).

Kapten Inf sugeng sugiyanto selaku pasi ter kodim 0823 situbondo mengatakan,”Pekerjaan pembuatan jalan tembus antar dua desa dalam giat TMMD Ke 107 Kodim 0823/Situbondo memasuki tahap pemadatan terangnya.

Meskipun masih dalam tahap pengerukan dan pemadatan jalan tembus dua desa sudah dapat dinikmati masyarakat ,” Ujar Kapten Inf Sugeng

Pembukaan Jalan tembus Desa tlogosari dan desa alastengah sejauh 1456 Km. Menurut Kapten Inf Sugeng kepada pendim 0823/ situbondo. pada Senin (16/03/2020) menjelaskan, ” maksud dan tujuan pelaksanaan TMMD ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat guna menciptakan Ketahanan Nasional dan meningkatkan Kemanunggalan TNI – Rakyat dan pembangunan jalan tembus sudah mencapai tahap Akhir”Jelasnya.

Sumber : smnnews

Categories
Artikel

4 Desa Tak Berpenghuni 59 Tahun Sejak Erupsi Merapi

Empat desa di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terdampak erupsi Gunung Merapi tahun 1961. Keberadaan empat desa yang berjarak sekitar 3 km dari puncak Merapi itu kini ditinggal oleh seluruh penghuninya.

“Empat desa terdampak itu adalah Desa Brubuhan, Ngori, Kali Gesik, dan Ngimbal,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, seperti dikutip dari detikcom, Jumat (24/1/2020).

Empat desa itu dikosongkan setelah ditetapkan sebagai kawasan merah atau rawan bahaya letusan Merapi oleh Pemprov Jawa Tengah. Para penduduknya kemudian diikutkan program transmigrasi ke Lampung.

“Pak Gubernur saat itu mentransmigrasikan para penduduk di sana karena sudah tidak bisa ditempati di sana. Karena mengingat sangat bahaya,” ujar Nanda.

Diberitakan sebelumnya, Ombudsman RI turun langsung ke Magelang untuk menangani persoalan ganti rugi kepemilikan lahan bagi warga di eks Desa Kali Gesik dan Desa Ngori.

Categories
Berita

Kemendes: 27 Ribu Desa Berstatus Tertinggal. Target 37 % Terentaskan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menargetkan sebanyak 22 ribu desa tertinggal terentaskan dan berubah status menjadi desa berkembang lima tahun mendatang atau pada periode 2020-2024.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa, pada awalnya, pihaknya hanya menargetkan 10 ribu desa untuk dientaskan. Namun, Presiden Joko Widodo, meminta target tersebut ditingkatkan. Atau senilai 37 % solusi bagi desa tertinggal di Indonesia.

“Kementerian menargetkan 10 ribu, dari 27 ribu desa. Namun, Presiden meminta ditingkatkan menjadi 22 ribu desa,” kata Abdul Halim, di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/12/2019). Abdul Halim menjelaskan, dari total 27 ribu desa tertinggal yang ada di Indonesia tersebut, memang sebanyak 5.000 desa belum bisa ditangani.

Sebanyak 22 ribu desa tertinggal tersebut, ditargetkan bisa menjadi desa berkembang pada 2024. “Presiden meminta, dari 27 ribu desa, lima ribu desa disisakan, karena jika semua, tidak mampu. Jadi, ada sekitar 22 ribu, dari awal sepuluh ribu yang kementerian targetkan,” kata Abdul Halim.

Diharapkannya, dengan naik kelasnya desa tertinggal tersebut, bisa meningkatkan perputaran perekonomian di wilayah desa. Abdul Halim menambahkan, salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian desa tersebut dengan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebagai catatan, khusus untuk wilayah Kabupaten Malang, pada 2020 mendapatkan alokasi Dana Desa mencapai Rp 383,48 miliar.

Sementara untuk alokasi Dana Desa pada 2020 untuk seluruh wilayah Indonesia mencapai Rp 72 triliun. “Ini merupakan komitmen yang luar biasa dari Presiden Joko Widodo untuk pembangunan desa,” kata Abdul Halim.

Dalam upaya untuk mendorong percepatan perputaran ekonomi desa, pemerintah akan mencairkan dana desa tahap pertama sebesar 40 persen pada Januari 2020. Pencairan tersebut lebih besar jika dibanding sebelumnya, yang sebesar 20 persen dari alokasi masing-masing desa.

Diharapkan, dengan penyaluran Dana Desa tahap pertama mencapai 40 persen tersebut, bisa memberikan dampak langsung terhadap sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk Badan Usaha Milik Desa.

Categories
Uncategorized

Desa Benhes Terpilih Menjadi Desa Proklim Plus, Berkat Menjaga Hutan

Desa Benhes (Bea Nehes) yang terletak di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, terpilih menjadi Desa Program Kampung Iklim Plus (Proklim+) yang diselenggarakan melalui program Forest CArbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPFCF).

Program tersebut memiliki tujuan antara lain untuk menurunkan emisi karbon di dunia.

Berbagai pihak menyambut positif program ini, seperti Kepala Desa Benhes Stefani Lung. “Walaupun sebelumnya warga sudah menjaganya. Adanya program ini tentu pemerintah bisa lebih memperhatikan desa kami,” begitu ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ledjie Be Leang Song yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Desa Bea Nehas.

Deputi Direktur Yaysan BIOMA, Danang Sukobudi menegaskan bahwa masyarakat disana sudah puluhan tahun menjaga hutan, sehingga sangat tepat Desa Benhes menjadi desa prioritas Proklim.