Pengrajin Ban Bekas Bandol Turun Temurun di Kebanaran Purwokerto

Kampung Bandol Banaran Pasir Kidul
Kampung Bandol Banaran Pasir Kidul

Tidak banyak yang mengetahui kalau ban bekas atau sering disebut ban bodol/rusak bisa dibuat sandal dan kerajinan lainnya seperti tempat sampah, alat pembersih bulu ayam, dan beberapa spare part kendaraan kampas dan sebagainya.

Salah satu produk unggulan di sebuah desa di Purwokerto Barat tepatnya di Banaran Pasir Kidul adalah Sandal Bandol atau singkatan dari sandal dari ban bodol (ban bekas). Kabupaten Banyumas merupakan salah sentra sandal bandol yang sudah ada sejak puluhan tahun. Bahkan sudah turun temurun dari beberapa generasi di Banaran ini.

Walaupun semakin banyak produk pabrik yang masuk dipasaran sampai sekarang sandal bandol ini masih banyak dicari baik warga Banyumas dan sekitarnya maupun para wisatawan.

Pernah Masuk Masa Keemasan

Pernah di grumbul Banaran ada pengusaha yang sukses dalam usaha ini ukuranya bisa naik haji dan memiliki banyak karyawan, namun perlahan-lahan sandal bandol mulai dilupakan masyarakat. kalah bersaing dengan sandal produksi pabrik.

Bahan Baku Ban Bekas Menjadi Bandol
Bahan Baku Ban Bekas Menjadi Bandol

Beberapa permasalahan klasik seperti pemasaran yang kurang sehingga mengakibatkan orang yang menggeluti kerajinan sandal bandol ini semakin menyusut. Selain itu bahan baku juga semakin sulit didapatkan.

Dia menjelaskan ada lima kriteria sandal bandol yang diperlombakan, diantaranya kenyamanan, kerapihan, desain atau tingkat kreativitas dari desain tersebut, inovasi dan kekuatannya. Bahan baku tetap dari ban bekas.

Produksi

Untuk membuat satu sandal bandol saja, pengrajin bisa memakan waktu tiga hari hingga satu minggu. Harga yang dijual pun kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung tingkat kesulitan modelnya.

Seiring dengan perjalanan waktu desain sandal bandol murni dikolaborasikan dengan bahan lain seperti spon sehingga tampak sederhana, simple, casual dan pembuatannya lebih cepat.

Spandol

“Untuk hanya mendapatkan satu (sandal bandol) saja sangat sulit. Sementara itu dari konsumen jarang sekali membeli sehingga mereka mereka beralih ke Spandol (sandal dari bahan spon). Sementara masyarakat di luar Banaran itu minatnya ke bandol yang asli karena itu unik dan antik,” ujar salah satu peabat kecamatan disana.

“Pengrajin secara keseluruhan ada 32. Tapi yang masih aktif menggeluti bidang khusus bandol itu sekarang dan yang benar-benar ahli hanya 3, belum ada generasi. Generasi ini bisa muncul kalau kita bisa membuktikan bahwa tidak ada masalah lagi dengan pemasaran. Kami bisa mengawali regenerasinya dan ada peningkatan,” imbuhnya.

Contoh Sandal Bandol
Contoh Sandal Bandol

Saat ini bandol atau spandol menjadi barang antik yang diminati oleh banyak orang. Khususnya wisatawan atau juga diminati di beberapa masyarakat di luar Jawa seperti Kalimantan dan sebagainya.

Penulis sendiri pernah bekerja sebagai pengrajin dan mendapatkan uang sebagai uang saku saat masih kecil dan bisa dibayangkan sudah membantu berapa keluarga disana dari usaha kerajinan ban bodol ini.

Semoga suatu saat akan jaya kembali pengrajin disana dan mensejahterakan masyarakat disekitar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *