Pengertian, Sejarah, Struktur, dan Manfaat Karang Taruna di Indonesia

kegiatan karang taruna
kegiatan karang taruna

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa/ Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. (wikipedia)

Logo Baru Karang Taruna
Logo Baru Karang Taruna

Sejarah Karang Taruna

SPertama kali Karang Taruna lahir yaitu pada tanggal 26 September 1960 di Kampung Melayu, Jakarta. Kelahiran gerakan ini merupakan perwujudan semangat kepedulian generasi muda untuk turut mencegah dan menanggulangi masalah kesejahteraan sosial masyarakat, terutama yang dihadapi anak dan remaja di lingkungannya.Sejarah perkembangan Karang Taruna di Indonesia mencakup beberapa era, dan setiap era mempunyai cerita sendiri yang menjadi sejarah bagi Karang Taruna. Berikut ini adalah sejarah Karang Taruna di Indonesia

Karang taruna Di Tahun 1960 – 1069

Tahun 1960–1969 adalah saat awal dimana Bangsa Indonesia mulai melaksanakan pembangunan disegala bidang. Instansi-Instansi Sosial di DKI Jakarta (Jawatan Pekerjaan Sosial/Departemen Sosial) berupaya menumbuhkan Karang Taruna–Karang Taruna baru di kelurahan melalui kegiatan penyuluhan sosial.Pertumbuhan Karang Taruna saat itu terbilang sangat lambat, tahun 1969 baru terbentuk 12 Karang Taruna, hal ini disebabkan peristiwa G 30 S/PKI sehingga pemerintah memprioritaskan berkonsentrasi untuk mewujudkan stabilitas nasional.

Karang taruna Di Tahun 1969 – 1983

Salah satu pihak yang berjasa mengembangkan Karang Taruna adalah Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin (1966-1977). Pada saat menjabat Gubernur, Ali Sadikin mengeluarkan kebijakan untuk memberikan subsidi bagi tiap Karang Taruna dan membantu pembangunan Sasana Krida Karang Taruna (SKKT). Selain itu Ali Sadikin juga menginstruksikan Walikota, Camat, Lurah dan Dinas Sosial untuk memfungsikan Karang Taruna. Tahun 1970 Karang Taruna DKI membentuk Mimbar Pengembangan Karang Taruna (MPKT) Kecamatan sebagai sarana komunikasi antar Karang Taruna Kelurahan.

Karang Taruna Ketika Masa Krisis (1997 – 2004)

Krisis moneter yang terjadi tahun 1997 berkembang menjadi krisis ekonomi, yang dengan cepat menjadi krisis multidimensi. Imbas dari krisis tersebut tak urung juga berdampak pada lambannya perkembangan Karang Taruna. Puncaknya pada saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid membubarkan Departemen Sosial, Karang Taruna pada umumnya mengalami stagnasi, bahkan mati suri. Konsolidasi organisasi terganggu ,aktivitas terhambat dan menurun bahkan cenderung terhenti. Hal tersebut menyebabkan Klasifikasi Karang Taruna menurun walaupun masih ada Karang Taruna yang tetap eksis.Tahun 2001 Temu Karya Nasional Karang Taruna dilaksanakan di Medan., Sumatera Utara. Hasilnya antara lain menambah nama Karang Taruna menjadi Karang Taruna Indonesia, memilih Ketua Umum Pengurus Nasional KTI, serta menyusun Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga KTI. Hasil TKN tersebut memperoleh tanggapan yang berbeda-beda dari daerah.   

 
Karang Taruna Masa Kini (2005-2016)

Seiring berkembanganya media komunikasi masa dan kebebasan berekspresi, banyak sekali organisasi masyarakat yang memanfaatkan forum karang taruna dengan baik, tetapi ada juga yang menyalah artikan kedudukan karang taruna untuk kepentingan-kepentingan tertentu.Setiap Karang Taruna berkedudukan di desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan kedudukannya, maka Karang Taruna secara organisasi bersifat lokal dan berdiri sendiri, sehingga hubungan antara sesama Karang Taruna bersifat horizontal, sederajat dan tidak saling membawahi. Dukungan pemerintah untuk kepemudaan sudah sangat besar, yang tersisa adalah tinggal bagaimana para pemuda memanfaatkan dukungan dari pemerintah tersebut untuk mengembangkan organisasi agar tetap solid dan berkembang dengan kegiatan yang positif.

Struktur Karang Taruna

Seperti layaknya organisasi yang lainnya, Karang Taruna memiliki struktur organisasi yang mirip. Antara lain ada ketua, wakil ketua ,sekretaris, bendahara dan seksi atau bidang dibawahnya.

Manfaat Karang Taruna

Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia di lingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada.

Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga di mana telah pula diatur tentang struktur pengurus dan masa jabatan di masing-masing wilayah mulai dari Desa/ Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

Dengan semakin banyaknya pengaruh negatif pergaulan, karang taruna hadir sebagai alternatif wadah untuk beraktualisasi positif bagi pemada ataupun pemudi yang berada didalamnya, bahkan saat ini menadi rekan kerja yang baik bagi pemerintahan desa setempat.

Sumber : Wikipedia | tarunamandiricarat.blogspot.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *