Categories
Artikel Berita

Banjir Kembali Landa Dusun Bekucuk Desa Tempuran Mojokerto

Banjir kembali melanda Dusun Bekucuk dan Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (5/2/2020). Banjir akibat luapan Sungai Avur Watudakon dan Sungai Penewon di 2 dusun tersebut terjadi sejak empat hari yang lalu, tepatnya Minggu (2/2/2020).

Banjir dengan ketinggian 20 hingga 50 sentimeter tampak menggenangi jalan raya, pekarangan rumah serta sebagian rumah warga.

Di jalan raya, ketinggian air rata-rata mencapai 50 sentimeter. Sedangkan, saat memasuki pakarangan rumah, ketinggian air mencapai lebih dari 50 sentimeter.

“Air mulai masuk hari Minggu. Ini dari sungai yang meluber,” kata Kurniadi (33), seperti dikutip dari Kompas Online. Menurut Kurniadi salah satu warga setempat, ada 2 aliran sungai yang berada di sisi selatan dan utara perkampungan. Sungai di sisi selatan perkampungan adalah Sungai Penewon, sedangkan sisi utara adalah Sungai Avur Watodakon.

Kedua sungai yang dimaksud Kurniadi memiliki titik temu yang sama di dekat Desa Tempuran, sebelum akhirnya bermuara ke Dam Sipon. Menurut Kurniadi, banjir dalam waktu berhari-hari menjadi peristiwa kedua dalam 10 bulan terakhir.

Pada Mei 2019, wilayah ini juga terendam banjir selama seminggu. Banjir pada tahun lalu berasal dari luapan kedua sungai. “Tahun lalu juga seperti ini, dulu sampai seminggu,” kata Takur, sapaan akrab dari Ayah 1 anak ini. Akibat banjir selama 4 hari yang tak kunjung surut, akses jalan raya antar Kabupaten di Desa Tempuran menjadi lumpuh. Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, merupakan wilayah bagian barat dari Kabupaten Mojokerto.

Wilayah ini berbatasan langsung dengan dengan Dusun Beluk, Desa Jombok, Kabupaten Jombang. Pada saat yang sama, banjir juga melanda Dusun Beluk, Desa Jombok dan hingga Rabu, banjir di wilayah itu belum surut. Akibat terendam air, jalan raya alternatif antar Kabupaten Jombang dan Mojokerto ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan khusus.

Perangkat Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Nono mengatakan, jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 892 jiwa. Adapun, wilayah yang terdampak banjir, yakni di Dusun Bekucuk mencapai 6 RT dengan jumlah warga 685 jiwa. Sedangkan, banjir di Dusun Tempuran terjadi di RT 3 Dusun Tempuran, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 107 jiwa. Selain menutup akses jalan, banjir di Desa Tempuran juga berdampak pada akses ke kantor desa, serta sekolah dasar dan TK di desa tersebut.

“Fasilitas umum yang terdampak, ada kantor desa, SDN Tempuran dan TK,” kata Nono. Untuk membantu warga agar tidak terlalu terganggu dengan banjir, menurut Nono, pihaknya meminta bantuan fasilitas kendaraan untuk mengangkut warga yang keluar dan masuk perkampungan. “Kami minta agar disiapkan kendaraan yang bisa mengangkut warga yang bepergian, sampai banjir surut,” ujar dia.

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Suyoto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan posko dapur umum, posko kesehatan dan posko kebencanaan di Desa Tempuran. Dapur umum yang dikelola Tagana Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto dibuka untuk melayani kebutuhan makan dan minum dibuka mulai Senin hingga banjir di wilayah tersebut surut. “Air bersih, makan dan minum, Insya Allah sudah tertangani. Kami juga menyiapkan armada untuk warga yang standbay sejak pagi sampai sore,” kata Suyoto.

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *