10 Nama Desa Aneh di Jatim, Mulai Lucu Sampai Serem

10 Nama Desa Aneh di Jatim, Mulai Lucu Sampai Serem
10 Nama Desa Aneh di Jatim, Mulai Lucu Sampai Serem

INFODESA – Pada tulisan ini akan kita ulas sedikit 10 nama desa aneh di Jatim, mulai lucu sampai serem.

Nama desa biasanya mengandung sejarah dan kisah di baliknya. Kali ini kita bahas Jawa Timur (Jatim) sebuah provinsis di timur pulau Jawa.

Terkadang kita temui nama desa yang membuat otak berputar lucu hingga serem, namun jangan dulu berburuk sangka sebab pasti ada cerita di baliknya.

Dikutip dari detik online, Kamis (24/2/2022), beberapa nama desa yang bikin otak ngeres tersebar di Jatim seperti Toket, Montok, Pacar Peluk. Namun jangan salah sangka dulu sebab nama-nama itu nyata ada sebagai nama desa di Jatim.

Misalnya Desa Toket yang berada di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Siapa sangka, nama desa yang terkesan vulgar ini terkenal sebagai penghasil batik di Pamekasan.

Di sisi lain ada lagi nama desa yang terkesan mistis hingga nyeleneh. Sebutlah Desa Nglawak, Desa Malingmati, Desa Pocong, Desa Pesing, Desa Gelap, Desa Gadungan, Desa Sumberdukun, Desa Medali, Kecamatan Dukun, Kecamatan Brondong.

Di balik penamaan desa-desa itu tentu ada cerita yang melatarbelakanginya asal usul. Entah cerita masyarakat atau mitos.

Misalnya penjelasan nama desa unik tersebut adalah Desa Nglawak. Desa Nglawak ini berada di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Dari namanya yang unik, ternyata di Desa Nglawak juga banyak orang yang suka “ndagel” hingga membuat orang lain tertawa ngakak.

Pocong dan dukun kental dengan nuansa mistis. Tapi, nyatanya kedua istilah berbeda makna itu menjadi sebuah nama desa di Jawa Timur. Kok bisa?
Di balik penamaan dua desa itu tentu ada cerita yang melatarbelakanginya asal usul. Entah cerita masyarakat atau mitos.

DetikJatim merangkum sejumlah nama Desa-Kecamatan unik tersebut:

  1. Desa Nglawak
    Desa Nglawak ini berada di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Dari namanya yang unik, ternyata di Desa Nglawak juga banyak orang yang suka “ndagel” hingga membuat orang lain tertawa ngakak.
  2. Desa Malingmati
    Ketika awal mendengar nama desa ini, pikiran langsung terlintas pada maling (Pencuri) yang meninggal. Desa Malingmati ini ada di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Sampai saat ini sejarah kelahiran Desa Malingmati belum bisa diketahui secara pasti karena tidak ada bukti-bukti tertulis yang menerangkan asal usul atau sejarah. Tapi berdasarkan cerita dari para tetua desa sejarahnya hampir mirip kisah cerita Robin Hood. Jika ada maling yang mencuri atau yang lewat daerah tersebut pasti akan menemui kesialan.

  1. Desa Pocong
    Pocong, mendengar namanya saja sudah terlintas jenazah yang dibalut kain kafan. Ternyata di Jawa Timur ada nama Desa Pocong yang ada di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Konon, nama pocong diambil dari sebuah cerita munculnya sumber air pertama dari pohon pucang.

Namun Desa Pocong disebut-sebut sebagai salah satu desa tertua di Pulau Madura. Desa ini terletak di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan.

Baca juga:
Menguak Sejarah hingga Asal-usul Nama Lamongan

  1. Desa Pesing

Bukan pesing karena bau air kencing. Ada Desa Pesing terletak di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Desa ini ternyata kampung halaman Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko.

  1. Desa Gelap
    Desa Gelap ini terletak di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Wilayah desa ini cukup pelosok. Tak jauh dari Desa Gelap, terdapat hutan jati. Kebanyakan penduduk desa ini bekerja sebagai petani.
  2. Desa Gadungan
    Di Jawa Timur, rupanya ada dua desa yang bernama Desa Gadungan. Yaitu di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dan di wilayah Gandusari, Kabupaten Blitar yang berdiri sejak tahun 1830-an. Desa Gadungan didirikan Tumenggung Dermokusumo. Dari cerita, Tumenggung Dermokusumo merupakan pasukan Pangeran Diponegoro yang melarikan diri setelah kalah perang.
  3. Desa Sumberdukun
    Desa Sumberdukun terletak di Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Desa ini bukan memiliki banyak dukun, melainkan dari ceritanya, zaman dahulu terdapat dukun yang berjasa besar menemukan sumber mata air.

Para penduduk menamai wilayahnya Sumberdukun sebagai penghormatan karena telah memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Baca juga:
Tahukah Kamu, Berapa Gubernur yang Pernah Berkantor di Gedung Grahadi?

  1. Desa Medali
    Desa Medali berada di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Di Desa Medali ada dua dusun yakni Dusun Sumput dan Dusun Medali. Di desa ini terdapat Makam Mbah Tamyis seorang Penyiar Agama Islam di zaman Majapahit di Desa Medali, setiap malam Jumat legi masyarakat desa dibuat tawassul untuk keselamatan desa sekitar.
  2. Kecamatan Dukun
    Kecamatan Dukun ini berada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Letaknya di tepi Bengawan Solo, selatan berbatasan dengan Kabupaten Lamongan yang terpisah Bengawan Solo.

Wilayah ini sebagian besar dataran rendah yang tidak mengandung kapur, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan tanah tersebut sebagai sawah, tambak, kebun dan lainnya. Para petani juga biasanya memanfaatkan aliran Sungai Bengawan Solo mengaliri sawah mereka. Penduduk di Kecamatan Dukun mempunyai sawah dan komoditas terbesar mereka adalah padi dan jagung.

  1. Kecamatan Brondong
    Kecamatan Brondong merupakan bagian wilayah Kabupaten Lamongan yang terletak di belahan utara. Kurang lebih 50 KM dari ibu kota Kabupaten Lamongan. Kecamatan Brondong terdiri atas 9 Desa 1 Kelurahan, 23 Dusun 2 Lingkungan Kelurahan, 57 RW, 262 RT dan 21.561 KK.

Sumber Detik.com

Leave a comment

Your email address will not be published.